TUJUAN
PENCIPTAAN MANUSIA
Mengapa kita (manusia) diciptakan?
Untuk apa kita (manusia) diciptakan
wahai saudara-saudara?? Sudah tahukah tujuan kita diciptakan untuk apa? Sama
halnya dengan barang yang dibuat oleh manusia, yang mempunyai tujuan
mengapa barang tersebut diciptakan,
untuk apa barang tersebut dan apa fungsinya. Pada tulisan yang hanya sedikit
ini penulis hanya ingin mengingatkan bukan menggurui para pembaca sekalian, Karena penulis pun juga masih belajar dan
ingin mendalami ilmu agamanya Allah SWT.
Manusia adalah makhluk yang
diciptakan oleh Allah SWT, yang mempunyai tujuan menciptakan manusia di bumi ini. Sebagaimana
firman Allah SWT yang disampaikan melalui QS. Az-Zariyat : 56.
Artinya : Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Sudah jelas kata Allah SWT bahwa
jin dan manusia itu diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan untuk
yang lain. Bukan untuk mencari harta kekayaan bukan untuk mencari kekuasaan
atau yang lainnya. Untuk kita renungi bersama bahwa sudah disebutkan, manusia
diciptakan tidak lain tidak bukan hanya untuk beribadah atau mengabdi kepada Allah
SWT. Akan tetapi, apa yang sudah kita lakukan selama ini? Sudahkah kita
beribadah kepada-Nya?
Dalam hal ini ibadah bukan
hanya berarti shalat ataupun membaca al-qur’an saja. Dalam arti secara luas
banyak kegiatan yang bernilai ibadah kepada Allah SWT dalam kehidupan
sehari-hari. Tergantung niat yang kita tujukan untuk apa. Didalam hadist Arba’in
An-Nawawi pada halaman pertama sudah dijelaskan bahwa pahala itu tergantung
niat yang ditujukan. Bunyi hadist sebagai berikut
Dari Amirul Mu’min Abi Hafs
Umar Bin Al-Khatab r.a. berkata : saya mendengar rasulullah SAW bersabda :
sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap
orang akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya
karena ingin mendapatkan keridhaan Allah SWT dan rasul-Nya, maka hijrahnya
kepada keridhaan Allah SWT dan rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya
karena dunia yang dikehendakinya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka
hijranya akan bernilai sebagaimana yang ia niatkan.
Jadi mari saudara-saudara
kita bersama-sama memperbaiki diri mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan
meluruskan niat bahwa setiap kegiatan kita, setiap apa yang kita lakukan
hanyalah untuk mengharap keridhaan-Nya semata. Semoga tulisan ini dapat
bermanfaat bagi pembaca semua. Aamiin.
“
Lakukan Semua yang Berarti dan Ridha Ilahi”
Penulis
Komentar
Posting Komentar